Sabtu, 28 April 2018


Sebanyak 33 persen dari orang tua merasa khawatir terhadap kecanduan internet yang dialami oleh generasi muda saat ini. Kekhawatiran ini terlihat dari hasil riset yang dilakukan oleh Kaspersky Lab dan B2B International.

Hal itu terlihat dari 36 persen orang tua mengkhawatirkan anak-anak melihat konten yang tidak pantas atau eksplisit dan sebesar 32 persen khawatir anak-anak berkomunikasi dengan orang tidak dikenal.

Sementara, sebanyak 51 persen, orang tua merasa ancaman online kepada anak-anaknya semakin meningkat, jumlah waktu anak-anak melakukan kegiatan online merupakan faktor penting yang diperhatikan oleh orang tua agar mereka tetap terlindungi. Karena kekhawatiran ini, sebanyak 33 persen orang tua memberlakukan pembatasan waktu berselancar di Internet kepada anak-anaknya.

Bagaimanapun, membatasi waktu berinternet tidak sepenuhnya membuat anak-anak bebas dari bahayanya Internet. Dalam waktu 12 bulan, 44 persen dari anak-anak menghadapi paling sedikit satu ancaman online, dengan satu dari sepuluh anak mengakses konten yang tidak pantas 12 persen atau berhadapan dengan software berbahaya dan virus 10 persen.

Karena itu, opsi lainnya bagi orang tua agar dapat menjaga keamanan anak dalam menggunakan Internet adalah melalui edukasi. Lebih dari sepertiga 37 persen orang tua secara rutin berbincang mengenai bahaya online dengan anak-anaknya dan 31 persen mengawasi anak-anaknya selagi mereka melakukan aktivitas online, sehingga orang tua dapat memperingatkan jika ada kemungkinan muncul ancaman dan melengkapi langkah edukasi.

"Orang tua ingin anak-anaknya tetap aman, tapi hanya dengan membatasi waktu mereka mengakses Internet bukanlah cara yang terbaik," jelas Dmitry Aleshin, VP Product Marketing, Kaspersky Lab, Jumat (27/4).

Menurutnya, edukasi dan komunikasi berperan besar untuk memastikan anak-anak siap berinternet secara bertanggungjawab dan aman.

"Yang juga penting adalah menggunakan software untuk memperkuat perlindungan. Membatasi waktu berinternet adalah salah satu dari proses tapi tidak cukup hanya itu saja. Teknologi dapat membantu mengurangi risiko, sekaligus membantu anak-anak untuk mengeksplorasi aspek positif dari Internet secara aman dan mengembangkan keahlian digital tanpa cemas terhadap ancaman cyber," terangnya.

0 komentar:

Posting Komentar