Kamis, 25 Oktober 2018


Tak ada yang mau mengalami hal buruk sehingga menyebabkan kakinya harus diamputasi, kan? Tapi, bagaimana bila itu harus dilakukan? Memang susah, namun lama-kelamaan pasti akan terbiasa. Paling penting, Anda harus bisa merawat kaki setelah diamputasi nanti. Bagaimana cara perawatannya yang benar?

Masalah pada Pasien Pasca Amputasi

Sebelum mengetahui bagaimana caranya merawat kaki pasca amputasi, Anda juga harus tahu masalah apa yang sering menimpa setelah kejadian ini. Tentu saja, salah satunya adalah masalah psikologis. Pasien akan lebih mudah muncul stres bahkan bisa menyebabkan meninggal dunia bila keadaannya terus menurun.

Hal inilah yang perlu Anda atasi lebih dulu. Orang-orang di sekitar wajib memberi dorongan dan semangat agar si pasien tetap aktif menjalani kehidupannya sehari-hari. Selain itu, masalah lain adalah kesalahan ketika perawatan yang menyebabkan infeksi. Keadaan ini akan memperburuk keadaan kaki pasien. 

Perawatan Kaki Pasca Amputasi

Ada banyak penanganan pasca operasi yang harus dilakukan. Pertama, penanganan emosional. Kehilangan anggota tubuh pastinya akan menyebabkan pasien depresi dan stres. Untuk itu, keluarga dan kerabat harus memberi bantuan pasien melewati masa sulitnya ini. Lalu, ada juga penanganan phantom limb sensation.

Keadaan ini adalah di mana si pasien merasa masih memiliki kaki yang diamputasi. Ini bukan gangguan jiwa, hanya respon otak saja. Selama tak ada rasa sakit yang timbul, pasien tak memerlukan perawatan khusus untuk ini. Masalah yang sering menyerang adalah rasa nyeri di bagian tungkai kaki.

Rasa nyeri ini dikarenakan terhambatnya sirkulasi udara dan rusaknya sebagian saraf di sana. Untuk mengatasinya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum rasa nyeri tersebut makin parah. Selain itu, melakukan fisioterapi juga perlu. Fisioterapi ini berguna untuk mencegah terjadinya penebalan sendi akibat amputasi.

Selain itu, juga berguna untuk menurunkan risiko otot yang mengecil dan meningkatkan sirkulasi darah. Fisioterapi ini meliputi latihan peregangan, latihan kekuatan, latihan berjalan dengan dan atau tanpa alat bantu, mengelola prostetis dan memelihara bagian kaki yang masih tersisa dengan  baik.

Selain itu, Anda juga harus segera menghubungi dokter bila terjadi komplikasi seperti pendarahan, infeksi, rusaknya pembuluh darah dan saraf, nyeri berlebihan dan deep vein thrombosis. Tanda komplikasi tersebut adalah demam dan menggigil, sakit di sekitar area amputasi yang tak tertahankan, bekas jahitan memerah dan bengkak serta rasa kesemutan.

Penggunaan Kaki Palsu

Penggunaan kaki palsu bisa dilakukan oleh pasien bilamana si pasien sudah siap dan bekas luka akibat amputasi sudah sembuh. Penggunaan kaki palsu atau disebut juga dengan prostesis berguna untuk mengganti fungsi dan penampilan anggota tubuh yang hilang, dalam hal ini adalah kaki.

Untuk melakukan ini, kaki palsu harus memiliki kesesuaian bentuk tungkai yang tersisa dan kebutuhan fungsional si pasien itu sendiri. Proses pemasangannya pun tak bisa sembarangan. Kaki pasien harus benar-benar sehat. Pasien juga harus melakukan desensitisasi yang berguna untuk menjaga sensitivitas kaki dengan kaki palsu agar nyaman.

Caranya cukup mudah. Kulit pada bagian stump akan ditekan-tekan dengan kain yang lembut baru dipasang kaki palsu tersebut. Untuk mengurangi pembengkakan, bagian sambungan akan dibalut dengan compression bandage yang juga memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya penumpukan cairan pada stump.

Setelah pemasangan kaki palsu ini pun, pasien harus menjalani berbagai latihan yang tak mudah agar bisa terbiasa. kunjungi http://www.sehatindo.co.id untuk informasi seputar gaya hidup sehat.

0 komentar:

Posting Komentar