Rabu, 19 Juni 2019


Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BKPB) merupakan surat berharga yang paling sering digunakan sebagai jaminan pinjaman dana tunai. Bagi yang membutuhkan dana cepat, BKPB memang agunan paling praktis karena tidak membutuhkan survey sebagaimana jaminan lainnya. 

Umumnya BPKB juga bisa diterima di semua lembaga keuangan baik bank maupun non-bank, seperti lembaga pembiayaan atau perusahaan finance (leasing). 

Sayangnya, pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB tidak mampu menutupi dana yang dibutuhkan. Terlebih biasanya rata-rata lembaga keuangan hanya bisa mencairkan dana maksimal 80% dari nilai kendaraan yang dijaminkan.

Nah, jika jaminan BPKB tidak mampu memenuhi kebutuhan dana yang diperlukan, masih ada benda lain yang bisa dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman uang tunai. Tentu saja dengan nilai yang lebih besar.

Surat Berharga Investasi
Ada banyak manfaat yang bisa diambil jika ikut program investasi. Misalnya deposito, obligasi, saham, atau surat berharga lainnya. Semua lembaga keuangan, bank maupun non-bank hampir pasti bisa menerima jaminan tersebut. Bahkan kemungkinan dana yang dicairkan jumlahnya lebih tinggi. 
Jika menggunakan jaminan sertifikat deposito otomatis surat tersebut akan disimpan di bank atau perusahaan finance. Dengan sendirinya selama pinjaman belum lunas, dana dalam deposito tidak bisa dicairkan.

Sertifikat Rumah
Sertifikat rumah termasuk surat berharga yang umum digunakan sebagai agunan pinjaman dana. Supaya dana lebih mudah dicairkan, debitur harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan seperti: Izin Mendirikan Bangunan (IMB), fotokopi sertifikat tanah, dan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Sertifikat Tanah
Khusus untuk sertifikat tanah biasanya digunakan sebagai jaminan pinjaman dana tunai dalam jumlah besar. Baik bank maupun semua perusahaan finance di Indonesia dapat dipastikan menerima jaminan ini. Alasannya tentu saja karena tanah merupakan aset statis dengan nilai stabil bahkan cenderung naik.

Pihak kreditur umumnya mempunyai parameter tersendiri untuk menaksir harga tanah yang dijaminkan. Dengan sendirinya dana yang akan dicairkan terlebih dulu disesuaikan dengan taksiran nilai tanah tersebut. 

Sebaliknya bagi debitur sebaiknya berhati-hati menggunakan sertifikat tanah sebagai jaminan pinjaman dana tunai. Jika tidak mengikuti prosedur yang benar, misalnya terlambat membayar cicilan dengan limit yang sudah ditentukan, pihak kreditur akan melakukan penyitaan atas tanah yang dijaminkan.  

0 komentar:

Posting Komentar