Minggu, 27 Oktober 2019


Ada yang menarik jelang pembukaan Manado Fiesta 2019 kemarin. Seluruh petinggi atau pejabat yang datang disambut riuh sekelompok Penari Kabasaran yang standby di gerbang atau jalanan masuk venue. Tak terkecuali pada Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziani.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut mengatakan, Tari Kabasaran adalah tarian tradisional masyarakat Minahasa. Meski sekarang dipakai untuk menyambut tamu kebesaran, namun siapa sangka dahulu tarian ini justru sejenis tarian perang.

"Dalam kisahnya, para penari ini bekerja sebagai petani atau menjadi penjaga keamanan desa di Minahasa. Tetapi jika wilayah mereka terancam akan diserang musuh, para penari akan berubah menjadi waranei atau prajurit perang," jelasnya.

Menurut adat Minahasa, penari kabasaran harus berasal dari keturunan sesepuh penari kabasaran juga. Sehingga, tidak semua laki-laki Minahasa mempunyai kesempatan untuk menjadi penari kabasaran. Karena sifatnya yang turun temurun, setiap penari juga memiliki sebuah senjata yang juga diwariskan secara turun temurun. Senjata warisan inilah yang dipakai saat menari.

Penari Kabasaran memakai kostum dengan dominasi warna merah. semacam rumbai-rumbai dari kain tenun khas Minahasa. Di kepala tersemat semacam mahkota kepala burung rangkong, lengkap dengan bulu-bulunya. Aksesoris yang dikenakan antara lain kalung tengkorak monyet, sehingga menambah kesan sangar pada penampilannya.

"Dengan bersenjatakan pedang dan tombak, para penari terlihat seperti prajurit yang siap berperang menghancurkan musuh. Sesekali terlihat gerakan melompat, maju-mundur dengan semangat, dan juga mengayunkan senjata," imbuhnya.

Pada dasarnya, struktur dasar Tari Kabasaran terdiri dari sembilan jurus pedang (santi) atau sembilan jurus tombak (wengkouw). Dengan langkah kuda-kuda yang terdiri dari dua langkah ke kiri, dan dua langkah ke kanan.

Tarian ini diiringi oleh alat musik pukul seperti gong, tambur, atau kolintang yang disebut dengan Pa Wasalen. Sementara para penarinya disebut Kawasalan, yang memiliki arti menari dengan meniru gerakan dua ayam jantan yang sedang bertarung.

"Seiring perkembangan bahasa Melayu di Manado, kata Kawasalan akhirnya berubah menjadi Kabasaran. Namun tidak memiliki kaitan dengan kata besar dalam bahasa Indonesia. Meski selanjutnya tarian ini digunakan untuk menyambut para tamu kebesaran," bebernya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyatakan, Manado Fiesta 2019 memang dikemas secara lengkap dan total. Banyaknya kegiatan yang terangkum dalam event ini akan membuat gelaran acara menjadi lebih semarak.

"Semua ada di sini. Apa yang dicari pengunjung hampir seluruhnya terwakili. Sebab, nantinya juga akan ada Manado Fiesta Fair 2019 yang mengangkat Investment, Trade Tourism, Agriculture, and Fishing. Benar-benar pameran yang lengkap. Ada investasi, pariwisata, pertanian, kelautan dan perikanan, UMKM dan koperasi, dan lain-lain," jelasnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziani menyatakan, sebagai event yang baru memasuki tahun ketiga, Manado Fiesta 2019 sudah cukup baik. Namun begitu, tentunya penyelenggara tidak boleh berpuas diri hanya sampai di sini. Tetap harus ada evaluasi dan perbaikan-perbaikan, sehingga ke depan acaranya semakin istimewa.

"Menjadikan sebuah event agar memiliki gaung yang besar dan dikenal masyarakat luas, tentu tidak bisa dilakukan secara individu. Butuh peran media untuk mem-viralkan penyelenggaraan Manado Fiesta ini," ingatnya. 

Kamis, 24 Oktober 2019


Markas CIA di Langley merupakan pusat dari berbagai misteri. Salah satu yang tetap tak terpecahkan hingga saat ini adalah Kryptos. Sebuah patung dengan deretan kode yang tak kunjung berhasil diungkap selama tiga puluh tahun terakhir.

Menurut lansiran Oddity Central, Kryptos adalah patung berkode yang dibuat oleh seniman Amerika Serikat, Jim Sanborn. Sebanyak 1.800 huruf acak yang terukir di lempengan tembaga setinggi 12 kaki menjadi fokus utama patung tersebut.

1. Satu Set Kode Terakhir yang Tak Terpecahkan


Kryptos dipasang di halaman markas CIA pada tahun 1990. Sejak saat itu para kriptografer dan penggila teka-teki di seluruh dunia berusaha untuk memecahkannya. Tiga set kode sudah berhasil dipecahkan dalam waktu delapan tahun. Namun satu set kode terakhir masih belum terpecahkan hingga saat ini.

2. Kriptografer Terbaik CIA Juga Gagal Memecahkannya


Para ahli telah mencoba setiap teknik pemecahan kode yang ada. Mulai dari transposisi, biner, substitusi polyalphabetic, sampai Morse. Bahkan kriptografer CIA pun iku mencoba. Namun hasilnya tetap nihil.

Setiap tahun ada saja penantang yang menemui Sanborn untuk mendapatkan petunjuk darinya. Sanborn tetap tutup mulut, namun dia pernah memberikan dua petunjuk dalam beberapa tahun terakhir.

3. Si Pembuat Sudah Menyiapkan Jawaban Terkunci di Brankas


Saat ini Jim Sanborn sudah berusia 70 tahunan. Apa yang terjadi jika si pembuat meninggal sebelum kode-kode yang dia tulis terpecahkan?

Sanborn mengatakan kalau dia sudah menyiapkan jawaban tertulis yang dikunci di dalam brankas. Akses terhadap brankas itu sudah diberikan kepada seseorang yang akan mengonfirmasi jika suatu saat kode Sanborn berhasil terpecahkan dan dia sudah tak ada di dunia. 

Selasa, 22 Oktober 2019


Bagi sejumlah orang, keringat sering dianggap sebagai hal yang mengganggu. Rasa lengket serta bau yang muncul dari keringat menyebabkan proses alami yang terjadi pada tubuh ini dianggap mengganggu.

Belum lagi dengan efek noda kuning yang mungkin muncul pada pakaian, keringat ini sering dianggap mengganggu. Walau begitu, berkeringat sebenarnya sangat dibutuhkan pada tubuh seseorang.

Dilansir dari Medical Daily, pakar kesehatan kulit, Angela Lamb mengibaratkan keringat sebagai urine pada kulit. Walau begitu, bukan berarti bahwa keringat ini hanya sekadar kotoran semata.

Untuk mencegah tubuh jadi terlalu panas, maka keringat harus keluar dari sekitar dua hingga empat juta kelenjar keringat pada seluruh tubuh. Campuran dari air dan garam berupa keringat ini muncul ketika kita berolahraga, melakukan hal berat, atau juga saat berteriak.

Selain itu juga terdapat kelenjar apokrin keringat. Hal ini terdapat pada bagian ketiak dan sekitar area genital yang memproduksi keringat kaya protein ketika kita gembira atau menerima rangsangan.

Hal lain yang cukup mengejutkan adalah bahwa ketiak sesungguhnya tidak memiliki bau baik dari kepalan tangan atau pun ketiak. Bau muncul ketika bakteri di dalam kulit muncul pada keringat ini.

Walau membuat sehat, namun sesungguhnya ketiak tidak mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu tubuh juga memiliki batas dalam mengeluarkan keringat terutama dalam jumlah besar. 

Sabtu, 19 Oktober 2019


Pendidikan seks pada anak di Indonesia masih sering dilewati dan disalahpahami. Hal ini menyebabkan ada beberapa topik mengenai seks yang tidak dibahas oleh orangtua.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser menyebut setidaknya ada tiga topik pendidikan seks yang kurang dibahas oleh orangtua pada anaknya. Padahal, jika para remaja tidak mendapatkannya, mereka menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar di masa depan.

Topik pertama adalah pengetahuan mengenai kehamilan dan pernikahan di bawah 20 tahun, rentan berbagai risiko kesehatan. Hanya 38 persen dari 500 responden remaja yang mengatakan mereka telah mendapatkan edukasi semacam ini.

"Padahal, dalam penelitian ini, banyak yang sudah melakukan aktivitas seksual di usia 18 sampai 20 tahun. Mereka tidak pernah membicarakan atau diskusi tentang topik yang penting ini," kata dokter Helena Rahayu Wonoadi dalam pemaparannya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Topik kedua adalah mengenai penjelasan rinci soal anatomi tubuh manusia dan organ reproduksinya. Hanya 29 persen yang mengaku mendapatkannya.

"Seolah-olah tema itu tabu atau tidak perlu. Sayang sekali," kata Helena menambahkan.

Sementara, Helena mengatakan hanya 24 persen yang mendapatkan edukasi soal hubungan seksual yang sehat meliputi penggunaan dan alat kontrasepsi dengan baik dan benar.

"Bagaimana penggunaan pengaman dan alat kontrasepsi yang baik dan benar tidak pernah didiskusikan. Jadi ini ironis sekali mengenai temuan dari tiga topik yang tidak pernah didiskusikan," ujarnya.

Pada sisi lain, tiga topik lain yang paling banyak dibicarakan dalam edukasi seks antara orangtua dengan anak adalah tanda-tanda pubertas yang dialami (65 persen), hubungan seksual di luar nikah berdasarkan aturan agama dan budaya yang dianut (58 persen), dan seputar percintaan atau pertemanan di lingkungan sosial (52 persen).


Selasa, 15 Oktober 2019


Pertumbuhan yang dialami serta kesukaan terhadap berbagai makanan manis biasanya menyebabkan sejumlah masalah kesehatan pada anak. Salah satu masalah kesehatan yang paling kerap terjadi adalah masalah berupa gigi berlubang.

Gigi berlubang menjadi masalah yang paling sering dialami anak usia Sekolah Dasar. Pakar kesehatan gigi dan mulut Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc mengatakan makan manis, lengket, karbohidrat serta minuman berkarbonasi dapat menyebabkan gigi berlubang.

Drg. Ratu mengatakan apalagi ketika liburan, biasanya orangtua tidak membatasi makan dan minuman yang dikonsumsi si kecil. Alhasil gigi pun berlubang.

Minuman dan makan manis tersebut biasanya disukai bakteri, ketika ada yang manis di mulut akan menjadi asam. Inilah yang membuat gigi berlubang. Jika gigi berlubang, sisa makanan pun akan masuk ke gigi tersebut, alhasil bau mulut dan nafas tidak sedap pun terjadi. Gigi pun bisa berubah, ujar drg. Ratu.

Bukan hanya permasalahan kesehatan saja, gigi berlubang dan bau mulut juga dapat berdampak pada psikologis anak. Psikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum M.Psi. MHPEd, mengatakan permasalah gigi dan mulut dapat menurunkan kepercayaan diri anak. Apalagi ketika pertama kali anak masuk sekolah.

Anak usia sekolah mulai sensitif terhadap pandangan orang terhadap mereka. Seiring bertambahnya usia, anak semakin menyadari posisinya sebagai makhluk sosial, paparnya.

Psikolog Rosdiana menambahkan, anak-anak usia sekolah mulai peka terhadap pandangan orang Iain terhadap dirinya, dan memiliki keinginan agar dapat diterima dengan baik di tengah lingkungan.

Oleh karena itu, libu perlu memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh agar anak dapat bersosialisasi dengan nyaman dan percaya diri. Tak hanya itu, anak juga dapat terhindar dari risiko yang mungkin timbul akibat kebiasaan-kebiasaan baru di sekolah, termasuk risiko kesehatan gigi dan mulut.

Saat menjalani hari-hari pertama sekolah, senyuman sehat memang menjadi modal yang sangat penting bagi anak, paparnya

Menurut Rosdiana, bahasa tubuh termasuk senyuman bisa mewakilkan 80% dari komunikasi. Saat anak merasa nyaman karena dapat bebas tersenyum, maka senyuman ini dapat menarik orang lain untuk mendekat dan bergaul dengannya, sehingga memudahkannya untuk beradaptasi dan bersosialisasi, paparnya.

Melihat tersebut, drg. Mirah mengatakan mencegah masalah gigi bisa dilakukan dengan memerhatikan asupan makanan serta menggosok gigi sesuai anjuran.

Halaman