Senin, 30 April 2018


Sebagian pria masih menganggap bahwa kejantanan mereka terukur dari besar atau tidaknya alat kelamin. Di Amerika Serikat, para pria masih menganggap pembesaran penis sebagai prosedur yang paling diinginkan, kedua setelah pengurangan lemak.

Namun, operasi penis terkadang disertai dengan beberapa risiko serius seperti infeksi, pembekuan darah, ereksi lemah, hingga "kebocoran".

Walaupun begitu, ada sebuah teknik pembesaran Mr P bernama jelqing. Apa sebenarnya itu?

Dilansir dari Men's Health, jelqing bisa ditelusuri hingga peradaban Arab Kuno. Walaupun begitu, metode ini diperkenalkan lagi secara daring oleh mereka yang ingin mencari pendapatan.

Latihan ini berkisar pada serangkaian latihan peregangan yang dirancang untuk menambah panjang dan ketebalan Mr P.

Para praktisi mengatakan, Anda harus menunggu hingga ereksi untuk kemudian memberi pijatan di pangkal kemaluan.

Beberapa orang mengklaim bahwa metode ini meningkatkan jumlah darah yang dapat ditampung organ intim itu selama ereksi, sehingga meningkatkan ukuran. Sehingga, bisa dikatakan jelqing adalah latihan serupa binaraga untuk Mr P.

Malah sebabkan disfungsi ereksi

Walaupun begitu, sebagian besar komunitas medis mengatakan tidak ada bukti bahwa hal itu benar-benar bisa membesarkan penis.

"Kesalahan mendasar pada jelqing adalah pemahaman yang buruk tentang anatomi penis oleh para pendukungnya," kata ahli urologi Jesse N Mills yang mengkhususkan diri dalam pengobatan dan pembedahan reproduksi pria.

"Jika ada pertumbuhan apa pun itu, hanya membuat penis yang dalam keadaan tenang menjadi semi ereksi," kata Jesse.

Selain itu, jelqing mungkin berbahaya bagi Mr P. "Jelqing mungkin membutuhkan kekuatan yang terlalu besar di waktu yang sangat sedikit untuk membuat sebuah perubahan," kata pimpinan penelitian dan kesehatan reproduksi dan seksual pria.

Bahkan, memberikan tekanan yang terlalu keras bisa menyebabkan kerusakan vaskular dan disfungsi ereksi. Beberapa ahli urologi mengatakan, jelqing yang agresif bisa menyebabkan penis melengkung.

0 komentar:

Posting Komentar